Token burn
Disebut juga: burn · pembakaran token · burning
Definisi
Token burn adalah penghapusan permanen sejumlah token dari peredaran dengan mengirimnya ke alamat yang tidak bisa diakses siapa pun, sehingga total suplai berkurang.
Cara kerja Token burn
Burn dilakukan dengan mengirim token ke alamat burn, yaitu alamat yang tidak punya private key, atau lewat fungsi burn di smart contract. Karena tidak ada yang bisa memindahkannya lagi, token itu dianggap hilang selamanya dan bisa diverifikasi di block explorer.
Ada beberapa model burn. BNB memakai program burn berkala yang mengurangi suplainya. Ethereum membakar base fee dari setiap transaksi sejak EIP-1559, sehingga suplai ETH bisa berkurang saat aktivitas jaringan tinggi. Proyek lain membakar sebagian pendapatan atau token yang dibeli kembali.
Burn mengurangi suplai, tetapi tidak menjamin harga naik. Jika permintaan turun lebih cepat, harga tetap bisa melemah. Perhatikan juga apakah proyek sekaligus mencetak token baru yang jumlahnya lebih besar daripada yang dibakar.
Contoh
Misalkan sebuah token memiliki circulating supply 800 juta dan proyek membakar 16 juta token dalam satu kuartal, atau 2% suplai. Namun di periode yang sama, hadiah staking menambah 24 juta token baru. Hasil bersihnya suplai bertambah 8 juta token, menjadi 808 juta. Jadi meski ada pengumuman burn, tokenomics ini tetap inflasioner pada kuartal itu.
Kesalahan umum
- Mengira setiap pengumuman burn otomatis membuat harga naik.
- Tidak memeriksa bukti burn di block explorer.
- Mengabaikan token baru yang dicetak bersamaan sehingga suplai bersih tetap naik.
Belajar dan praktik
Pertanyaan umum
Apakah token yang dibakar bisa dikembalikan?
Tidak. Token yang dikirim ke alamat burn tanpa private key tidak bisa dipindahkan lagi oleh siapa pun.
Kenapa proyek membakar token?
Biasanya untuk mengurangi suplai, mengimbangi inflasi, atau mengembalikan nilai dari pendapatan protokol kepada pemegang token secara tidak langsung.