Stop loss
Disebut juga: SL · cut loss · order stop loss
Definisi
Stop loss adalah order otomatis untuk menutup posisi ketika harga bergerak melawan Anda sampai level tertentu, agar kerugian dibatasi sesuai rencana.
Cara kerja Stop loss
Stop loss memiliki harga pemicu (trigger). Saat harga terakhir atau mark price menyentuh pemicu itu, exchange mengirim order penutupan, biasanya market order atau limit order tergantung jenis yang Anda pilih. Banyak trader Indonesia menyebut tindakan ini cut loss.
Stop market lebih pasti tereksekusi, tetapi bisa mengalami slippage saat harga melompat. Stop limit memberi kendali harga, tetapi berisiko tidak terisi jika harga melewati level limit dengan cepat. Exchange juga bisa berbeda dalam memilih harga acuan pemicu, jadi periksa pengaturannya.
Letakkan stop loss di level yang membuktikan analisis Anda salah, bukan sekadar angka bulat. Lalu hitung ukuran posisi dari jarak stop itu. Pada futures, stop loss sebaiknya jauh sebelum harga likuidasi agar Anda yang menentukan kerugian, bukan mesin likuidasi.
Contoh
Misalkan modal Anda 2.000 USDT dan Anda hanya mau rugi 1%, yaitu 20 USDT per transaksi. Anda membeli SOL di 160 USDT dengan stop loss di 152 USDT, jarak 8 USDT atau 5%. Ukuran posisinya 20 / 8 = 2,5 SOL, senilai 400 USDT. Jika stop tersentuh dan tereksekusi di 151,8 USDT karena slippage, kerugian Anda sekitar 20,5 USDT ditambah biaya.
Kesalahan umum
- Menggeser stop loss makin jauh setiap kali harga mendekatinya.
- Memasang stop loss tepat di angka bulat yang mudah tersentuh oleh pergerakan biasa.
- Mengira stop loss menjamin harga keluar persis di level pemicu.
Belajar dan praktik
Pertanyaan umum
Apa beda stop loss dan cut loss?
Stop loss adalah order otomatis yang dipasang sebelumnya. Cut loss adalah tindakan menjual rugi, bisa secara manual atau lewat stop loss.
Di mana sebaiknya memasang stop loss?
Di level harga yang menunjukkan alasan Anda masuk sudah tidak berlaku, misalnya di bawah support penting, lalu sesuaikan ukuran posisi dengan jarak itu.