Stablecoin

Stablecoin algoritmik (algorithmic stablecoin)

Disebut juga: algorithmic stablecoin · algo stablecoin

Definisi

Stablecoin algoritmik adalah stablecoin yang mencoba menjaga patokan harga lewat aturan kode dan insentif pasar, bukan lewat cadangan kas penuh atau jaminan berlebih.

Cara kerja Stablecoin algoritmik

Idenya: ketika harga di atas 1 dolar, sistem menambah pasokan; ketika di bawah 1 dolar, sistem mengurangi pasokan. Banyak desain memakai token pendamping. Misalnya, pengguna bisa menukar 1 stablecoin dengan token pendamping senilai 1 dolar, sehingga ada insentif arbitrase untuk mengembalikan harga ke patokan.

Masalahnya, mekanisme ini bergantung pada kepercayaan dan nilai token pendamping. Saat panik, orang menukar stablecoin ke token pendamping lalu menjualnya. Harga token pendamping jatuh, pasokan membengkak, dan kepercayaan makin hilang. Siklus ini disebut death spiral. Runtuhnya UST milik Terra pada Mei 2022 adalah contoh paling terkenal.

Karena itu, banyak proyek baru memakai model hibrida: sebagian dijamin aset, sebagian dikendalikan algoritma. Sebelum memegang stablecoin seperti ini, cek apa yang sebenarnya menjamin nilainya dan apa yang terjadi saat terjadi penarikan besar.

Contoh

Misalkan stablecoin algoritmik turun ke 0,95 dolar. Sistem mengizinkan Anda menukar 1 koin dengan token pendamping senilai 1 dolar. Anda membeli 1.000 koin seharga 950 dolar, menukarnya, lalu menjual token pendamping seharga 1.000 dolar, untung 50. Arbitrase seperti ini seharusnya mendorong harga naik. Namun jika harga token pendamping turun 30% saat Anda menjualnya, Anda hanya menerima sekitar 700 dolar dan rugi 250. Ketika banyak orang mengalami hal yang sama, tekanan jual memperburuk depeg.

Kesalahan umum

  • Tergiur imbal hasil tinggi tanpa bertanya dari mana imbal hasil itu dibayar.
  • Menyamakan stablecoin algoritmik dengan stablecoin yang didukung kas penuh.
  • Mengira arbitrase pasti mengembalikan patokan dalam kondisi panik.

Belajar dan praktik

Pertanyaan umum

Apa yang terjadi pada UST Terra?

Pada Mei 2022, UST kehilangan patokannya dan token pendampingnya, LUNA, jatuh hampir ke nol karena pasokannya membengkak. Kejadian ini menghapus nilai puluhan miliar dolar dan membuat regulator di banyak negara memperketat aturan stablecoin.

Apakah semua stablecoin algoritmik pasti gagal?

Tidak pasti, tetapi desain yang hanya mengandalkan insentif tanpa cadangan nyata terbukti rapuh saat panik. Itu sebabnya banyak proyek beralih ke model hibrida dengan jaminan.